Genosida Zionis Hancurkan Sistem Kesehatan Gaza, Prof. Dr. Basuki Supartono: Ini Bukan Salah Sasaran, Tapi Target Terencana
Jakarta, 27 Mei 2025 — Tangis kemanusiaan kembali menyeruak dalam kegiatan “From the Shadow of NAKBA” yang digelar di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR RI, Selasa (27/5). Dalam forum tersebut, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, SpOT, perwakilan dari Bulan Sabit Merah Indonesia, mengungkapkan fakta memilukan tentang kehancuran total sistem kesehatan di Gaza, Palestina, akibat serangan brutal Zionis Israel.
Dengan suara berat menahan haru, Prof. Basuki menegaskan bahwa penghancuran fasilitas medis di Gaza bukanlah kesalahan teknis atau dampak sampingan konflik, melainkan bagian dari target sistematis dan terencana. “Ini bukan salah sasaran. Rumah sakit, klinik, ambulans, bahkan para tenaga medis—mereka semua menjadi sasaran. Ini adalah genosida yang menghantam tulang punggung kemanusiaan,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.
Ia menambahkan, kondisi di Gaza saat ini sangat mengenaskan. Klinik Indonesia yang sebelumnya menjadi tempat harapan bagi para korban, kini terpaksa dipindahkan ke tenda-tenda darurat. Peralatan medis hancur berkeping, obat-obatan lenyap, dan pasien yang seharusnya mendapatkan pertolongan harus menunggu dalam derita panjang tanpa kepastian hidup.
“Yang kami hadapi di sana bukan hanya krisis kesehatan, tapi bencana kemanusiaan. Ini bisa jadi awal dari NAKBA kedua bagi rakyat Palestina,” tegasnya, mengacu pada peristiwa pengusiran besar-besaran warga Palestina pada 1948.
Dalam forum tersebut, Prof. Basuki juga mengajak masyarakat Indonesia dan dunia internasional untuk tidak tinggal diam. Ia menyerukan aksi nyata dan solidaritas kemanusiaan untuk mendukung rakyat Palestina, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan darurat yang kini sangat terbatas.
“Ketika rumah sakit dihancurkan, bukan hanya gedung yang roboh—tetapi harapan untuk hidup juga ikut terkubur,” ucapnya menutup pernyataan dengan suara gemetar.
Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tragedi di Palestina bukan sekadar berita luar negeri—melainkan jeritan kemanusiaan yang wajib kita dengarkan dan perjuangkan.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
